Posts

Dilema

"Kapan nikah sap?"  "Gila bentar lagi KPR lunas loh?!" "Udah umur 25 sih ya pasti mau nikah lah ya?!" Okay, let's stop. Menjadi seorang perempuan yang akan menginjak usia seperempat abad, banyak menyimpan hal-hal baru dan menantang. Saya salah satunya. Dulu ketika beberapa sepupu saya bercerita, saya hanya berpikir kayaknya gak akan semumet itu deh, it is just a number. Yup, it is a number, but it is a number that determined how long we have lived in this world.  Setelah mengalami sendiri, barulah saya tahu, they was not exaggerating, they just told us the truth. Menjadi perempuan yang berusia hampir - tolong dicatat, hampir - 25 tahun, ternyata tidak sesederhana yang dulu saya bayangkan. Banyak dilema yang datang. Pertama, kita akan mulai dihadapi dilema mengenai jodoh. Come on, siapa sih di dunia ini yang ingin hidup sendiri? Okay, I am not talking about those persons who have some traumatic experiences . Tetapi, pada dasarn

What was holding me back...

   When people said to never make promises that you can not keep, I would agree with them.    It is just like my promise with my self.    Who ever said that made promises with yourself was easier than with others?    Well then, I would say I am not agree with that. Balada tinggal di Jakarta itu seperti pergi ke Depok dari Lebak Bulus dengan menggunakan transportasi umum berupa bus ungu yang unyu, bernama Deborah. Bus itu kecil, hanya cukup untuk mungkin tidak sampai 35 orang, tapi mungkin bisa mengangkut sampai 50 orang. Overload. Walaupun berdesak-desakan kayak sarden kalengan, panas, dan terkadang bisa dapat jackpot  bau ketek abang kondektur, penumpang setianya selalu menunggu kedatangan bus tersebut. We have no choice but to survive. Untuk bertahan di Jakarta itu butuh perjuangan panjang dan melelahkan. Kita harus bertahan dan berjuang setiap harinya dengan menjadi corporate slave  (itu sebutan teman saya untuk kita-kita yang masih menantikan weekend untuk bersantai). B

I Hope, I Hope...

Otak manusia dirancang sedemikian rupa hingga bisa menampung segala macam hal yang bisa dipikirkan oleh manusia. Otak merupakan pusat saraf tubuh selain saraf di tulang belakang. Jadi, pada dasarnya, kalau tidak ada otak, ya semuanya tidak bisa berjalan. Indera-indera kita tidak bisa mengenali berbagi macam stimulus, sirkulasi dan kerja organ tubuh juga terhambat, dan sebagainya.Otak juga tempat dimana kita menyimpan memori, hal-hal tentang apapun, baik yang penting maupun tidak penting. Saya sempat bingung, bisa-bisanya ya kita memikirkan hal-hal yang pernah terjadi di kehidupan kita, lalu kemudian tetap kita ingat sampai nanti kita kehilangan ingatan kita (entah karena memang pelupa atau sudah tua). Allah memang Maha Besar, menciptakan otak yang begitu cemerlang, yang menjadi anugerah bagi semua manusia. Beberapa hari ini (mungkin sebenarnya beberapa minggu ini), saya dilanda pikiran-pikiran aneh. Bukan aneh-aneh yang nyeleneh ya, tetapi aneh yang sangat random. Pikiran-pikiran

Manusia Berkarakter

Terkadang sangat sulit untuk memandang segala sesuatu dengan pandangan positif, pandangan dimana kita tidak memberatkan atau menyalahkan satu pihak atas hal-hal yang terjadi kepada kita. Seakan kita sudah terlatih untuk mengeluarkan keluhan untuk segala aspek kehidupan. Begitu pula dengan adanya saya. Terjepit di sebuah keadaan yang tidak terduga, adalah sebuah anugrah (atau mungkin orang lain bilang itu sebuah kesialan) yang Tuhan berikan kepada saya. Tidak pernah terbayangkan saya akan tertimpa hal yang mungkin orang lain pun sama kagetnya seperti saya. Mungkin kamu berpikir ini ada hubungannya dengan cinta, haha, padahal ini hanya berhubungan dengan dunia yang keras, yaitu dunia pekerjaan. Orang lain bilang saya berlebihan, ya saya bisa terima hal itu. Kembali ke masa hampir satu tahun yang lalu, dimana dengan semangat berkobar, saya memasuki dunia pekerjaan. Dunia dimana semuanya serba tidak bisa diprediksi, dimana semuanya hanya sementara. Sama halnya dengan semua fresh gradua

Siapakah Saya?

Image
Siapa sebenarnya sosok di balik "Rembulan di Tengah Lautan"? "Rembulan di Tengah Lautan" itu bukan hanya sekedar satu baris kata-kata perumpamaan. Memang sih saya orang yang suka bermain dengan kata-kata. Perkenalkan, nama saya Syafira Rembulan Sari, yang biasa dipanggil Sapi, Fira, Syafi, Bulan, atau Ulan. Perempuan kelahiran ibukota Indonesia ini besar di Bumi Priangan. Terkadang orang salah mengira bahwa saya seorang mojang Bandung. Bercita-cita untuk bisa berkeliling Indonesia, lalu dunia, untuk melihat dan mengagumi keindahan lukisan & ciptaan Tuhan. Seorang introvert yang selalu mengikuti intuisi dan kata hati, tidak suka dikekang dan tentunya perfeksionis. Sedang berusaha mengumpulkan beribu-ribu pengalaman dam menggali seonggok berlian di dunia pekerjaan. Seseorang yang sedang mencoba untuk tidak terlalu lama bergumul dengan emosi dan perasaan (sering stress sendiri). Terkadang spontan dan improvisasi menjadi nama tengah saya. Sedari dulu,

I Want To Start Writing, Again...

I have never imagined that I would stop write something. Since I was a primary school student, I really loved to write. Whether that was just a short story or even a novel. My writing hobby was also supported by my family, a lot of them kept saying that my stories were fun and they enjoyed it so much. Besides writing, reading was also my source of happiness. I enjoyed reading a novel, and became addicted to it. I always think that writing and reading is fun and relaxing. Reading and writing is just like a playground of my imagination. If I was doing it, I just felt like I was absolutely absorbed into it. Just felt like it was my own story. From time to time, I just had a very little time to write, and then that hobby of mine was disappear. And now I know that this is the time to start all over again. Since I got my first job, as an English teacher, my desire to write in English was developed. I want to expand and enhance my writing skills. Yeah, I know that I am not a native English

Working? It is a new whole world!

I hate Monday. Haha, when we were in a college, we usually don't feel this way. Mostly because of our schedule that sometimes off on Monday. Yet, that is a different story when you were working. You only have 2 days off in one week. It is also possible that you, unfortunately, have to work on weekend. After a college life, I determined to be working in a private company, which of course related to my field of study. But sometimes, the world is not working according to your plan. I applied for A LOT of companies and just a few of them calling me back for interview. I came to a job fair and also applied for A BUNCH of companies, but just a few of them giving me a feedback. At first, I was not that desperate to have a job, but because of those rejections, my heart lost its grip. I was starting to look for a job that was not related to my field of study, Nutrition. I just sent so many resume to various companies. Thank God, in an early December 2014, I GOT A JOB! It was not my d